Dunia teater memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seni teater merupakan kegiatan yang hampir digemari seluruh kalangan, temen ngeBLUR ada yang tertarik atau ada yang sudah terjun di dunia teater ini? Nah, hari senin (24/04) kemarin ada pementasan teater yang diselenggarakan oleh Teater Keliling yang berkolaborasi dengan GSSTF UNPAD loh! Acara yang bertempat di Aula PSBJ FIB UNPAD ini sudah dimulai pukul 16.00 dengan hampir seluruh Aula PSBJ dipenuhi oleh penonton yang antusias untuk menonton pementasan teater ini.

Ini merupakan pengalaman pertama Teater Keliling melakukan pementasan yang berkolaborasi dengan GSSTF UNPAD. kolaborasi Teater Keliling ini sudah sering melakukan pementasan di dalam maupun luar negeri. Teater Keliling saat ini sedang fokus  untuk melakukan program pementasan keliling Indonesia dengan judul dramanya yaitu “Jas Merah dari Pulau Jawa” karya Rudolf Puspa yang sekaligus menjadi sutradara untuk pementasan ini.

 


Ada hal yang menarik di dalam pementasan teater kolaborasi ini, tidak seperti pementasan teater pada umumnya yang menciptakan suasana tenang. Pementasan ini justru melakukan dialog dengan penonton tanpa adanya setting-an dan hanya sebatas spontanitas. Pementasan yang bertemakan nasionalisme bangsa Indonesia ini  membuat pementasan teater ini memiliki manfaat yang sangat besar untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Agar generasi muda mengingat bagaimana perjuangan pahlawan pada masa lampau hingga sekarang Indonesia sudah menjadi negara yang merdeka.

Ditengah-tengah pementasan tersebut, munculah tiga tokoh nasional yang sangat berpengaruh atas kemerdekaan Indonesia. Tokoh Dewi Sartika sebagai tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, lalu ada tokoh Nyi Ageng Serang yang digambarkan selalu memegang tombak, dan tokoh Ir. Soekarno yang memiliki peranan sangat penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Disebutkan pula latar belakang dari masing-masing tokoh nasional tersebut melalui dialog dari para pemain.

Lantunan lagu Ku lihat Ibu Pertiwi dan tokoh yang menggambarkan sosok Ibu Pertiwi yang sedang merintih kesakitan membuat suasana pementasan tersebut menjadi mengharu biru. Banyak penonton yang terbawa suasana dan terenyuh melihatnya, bahkan ada juga yang sampai menitikkan air mata.

 

            “Ingatlah kami yang hanya tinggal tulang-tulang dibungkus debu.” kata tiga tokoh nasional yang kemudian mati dalam perjuangannya melawan penjajah. Pementasan ini memiliki pesan moral yang mendalam, yaitu saat pementasan ini dilambangkan dengan Jas Merah: Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Nah, temen ngeBLUR jangan lupa untuk mengenang perjuangan pahlawan di Indonesia ya dan sukses terus untuk Teater Keliling dan GSSTF UNPAD!