Bulan April emang bisa dibilang sebagai bulan yang sibuk bagi sebagian orang, apalagi buat kalian para mahasiswa. Adanya UTS, kegiatan perkuliahan, banyaknya tugas… aduh, rasanya pengen cepet-cepet lewatin bulan ini. Kegiatan di bulan April mungkin emang bikin capek, tapi jangan nyerah dulu, soalnya tim music director BLURadio punya rekomendasi-rekomendasi album rilisan baru yang bikin sisa bulan April ini jadi lebih enjoyable. Langsung aja cek ulasannya!

 

KANYE WEST – THE LIFE OF PABLO

Setelah mutusin untuk cuma ngerilis album ini lewat streaming service Tidal bulan Februari lalu, pada akhirnya, ‘Yeezy’ mutusin buat ngerilis album ini untuk digital download di website nya dan streaming services lain kayak Spotify dan Apple Music. Keputusan Kanye diterima baik oleh para fans. Akibat mutusin buat dirilis lewat streaming services lain, Pablo pun akhirnya berhasil jadi album pertama yang nempatin posisi puncak di chart Billboard 200 yang hampir semuanya karena streaming.

        Di album ini, Yeezy nawarin suara yang mirip sama Yeezus dengan mempertahanin sebagian warna gelap dan sick beats nya. Walaupun gitu, track-track yang ada di Pablo sendiri punya ciri khas nya sendiri. Kalo di Yeezus, Kanye nawarin suara yang lebih modern, di track-track kayak “No More Parties in LA,” “Highlights,” dan “Ultralight Beam,” suara yang disajiin lebih raw dan lebih digestible. Selain itu, yang bikin Pablo jadi album yang stand out itu bukan lain kalo hooks yang catchy kayak di track “Famous,” “Feedback,” dan “Waves.” Pokoknya, bagi yang udah penasaran banget sama The Life of Pablo, wajib dengerin deh album keren satu ini. (Farhan Baridwan)

 

WEEZER – WEEZER (WHITE ALBUM)

For those who miss Weezer… Yes, 2016 is our year! The band’s finally back with their White Album. Rivers Cuomo dkk. emang tau banget cara ngobatin kangen para fans-nya melalui lagu-lagu di album ini. Sekilas album ini sedikit ngerepresentasiin beberapa album sebelumnya, tapi gak jauh rasanya sama Weezer di tahun 90-an awal dengan The Blue Album mereka. Selain lead single “Thank God for Girls,” lagu lain kayak “California Kids,” “Wind in Our Sail,” “Jacked Up,” “Summer Elaine and Drunk Mori” bisa dijadiin lagu-lagu ‘pentolan’ dari album ini. Dentuman-dentuman beat yang gak ngasih ijin kita buat santai sejenak ini emang berada dalam komposisi yang pas, dan gak diraguin buat dapet rating tinggi dimana-mana. White Album bisa dijadiin daftar playlist buat mood booster di liburan musim panas tahun ini! (Ezy Ramanedia)

 

ZAYN – MIND OF MINE

Setelah keluar dari One Direction, akhirnya Zayn merilis album pertamanya pada tanggal 25 Maret lalu. Gak sedikit loh yang meremehkan album Mind of Mine ini. Tapi setelah dirilis, album ini menjadi album debut yang berada di peringkat pertama iTunes di lebih dari 70 negara. Penulisan judul lagu di album ini bisa dibilang unik, contohnya salah satu single yang judulnya “iT’s YoU.”  Genre album ini sangat berbeda dengan One Direction. Di single pertamanya “PILLOWTALK” sudah bisa ditebak kalau ini album R&B. “BeFoUr” salah satu single yang ditunggu-tunggu dari Desember tahun lalu dan worth the wait, karena di lagu ini kalian bisa denger Zayn’s high note yang bisa bikin merinding. Jadi buat kalian yang kangen sama suara Zayn Malik dan yang belum pernah denger sebelumnya wajib banget dengerin semua lagu di album ini. (Roshan Ghaisani)

 

THE 1975 –  I LIKE IT WHEN YOU SLEEP, FOR YOU ARE SO BEAUTIFUL YET SO UNAWARE OF IT

Ya, itulah nama dari album studio kedua band asal Inggris, The 1975. Dengan 71 karakter huruf termasuk spasi, album ini memecahkan rekor sebagai judul album terpanjang yang berhasil menempati posisi pertama versi Billboard. Sempat menghilang dari media sosial selama setahun, sampai menimbulkan spekulasi dari fans dan media yang kebingungan, tiba-tiba mereka kembali dan mengeluarkan single baru Love Me.’

 

        Selain terinspirasi oleh D’Angelo, Christina Aguilera, Jimmy Jam, Terry Lewis, Roberta Flack, My Bloody Valentine’s Loveless, Boards of Canada, band post-rock asal Islandia, Sigur Ros juga menjadi inspirasi mereka, hal itu terdengar dari intro album penuh khayal “The 1975” serta “Please Be Naked.  Pada album kedua ini mereka seperti menggunakan ‘sedikit gitar’ dan lebih banyak ambience sound. Keambisiusan mereka dalam menciptakan album pop yang unik, the 1975 berhasil membuat album pop yang mempunyai potensial untuk menjadi hits di kalangan anak muda kekinian tanpa harus terdengar sok pintar dan ambisi mereka untuk melawan kemapanan dalam musik pop berhasil mereka tuangkan dalam album keduanya. (Adi Agustha Yudha)