IGPOSTT

Menulis musik engga gampang, apalagi kalau hal tersebut adalah hal yang personal bagi sang artis. Butuh keberanian untuk membagi bagian personal dari diri mereka pada dunia luas. Pemusik yang melakukan hal ini are making themselves looked vulnerable and they know it. Kadang malah vulnerability di lagu-lagu sang artis yang membuat pendengar sadar; kita itu rentan, kita enggak sendirian dan itu bukan suatu masalah. Saat si artis berbagi tentang hal personalnya, temen nge-Blur biasanya jadi terinspirasi dan ngerasa tergerak, bukan? Langsung aja, kali ini kita punya 4 artis yang cukup berani buat bersikap rentan di musik mereka.

1a80f6618c996b564aa1ca41ea210c4e.600x600x1

Brent Faiyaz – Sonder Son

“The more opinionated people are, and the more they show themselves as individuals, the more they feel like people can critique them” ujar Brent Faiyaz pada wawancaranya dengan The Fader.

Sonder Son, debut albumnya yang dirilis pada 13 Oktober silam, singkat kata merupakan ringkasan dari pernyataannya diatas. Ia terdengar beda dari artis R&B sekarang pada umumnya; Brent Faiyaz punya banyak hal untuk diceritakan. Daripada membuat generic love songs lainnya, pada Sonder Son ia mengajak pendengarnya untuk lebih kenal dekat dengan dirinya.

Penyanyi berusia 22 tahun ini menyajikan subjek musik yang bersikap rentan, personal, dan tanpa embel-embel misterius. Sonder Son terdengar seperti surat yang telah ditulis berpuluh-puluh tahun lamanya, menimbulkan efek nostalgia, namun masih bisa mengajak temen nge-Blur berdansa. (Prihatur Setyo Putra)

farhan

The Killers – Wonderful Wonderful

Setelah 5 tahun sulit ditemui di dalam jangkauan radar, The Killers kembali lagi dengan album barunya, Wonderful Wonderful. Berbekalkan rasa cintanya kepada istrinya, sang frontman Brandon Flowers memilih untuk mengekspos masalah rumah tangganya. Pada lagu-lagu seperti Have All the Songs Been Written dan Some Kind of Love, Brandon menunjukan rasa sayang dan kepedulian yang besar terhadap istrinya. Pada sesi wawancara dengan NME, Brandon mengakui bahwa memang benar album ini merupakan album ini memiliki lirik-lirik lagu yang paling personal dibandingkan album sebelumnya.

Selain itu, berbeda dengan album-album sebelumnya—Brandon, Dave, Mark, dan Ronnie terlihat lebih nyaman dan tenang dengan posisi mereka di industri musik. Dengan track-track seperti, Life to Come, The Man, dan Run for Cover, The Killers terlihat seperti pada dunianya sendiri dan tidak terlihat berusaha untuk mendapatkan validasi dari khalayak ramai. Tapi, jangan takut dulu, pasalnya, tanpa berusaha, lagu-lagi di album ini pasti mampu buat narik kamu ke dalamnya kok! (Farhan Baridwan)

adi

Greenday – Wake Me Up When September Ends

Generasi 90-an pasti udah gak asing lagi mendengar Greenday! Sebut saja American idiot, 21 guns, Boulevard Of Broken Dreams, yang menjadi anthem bagi para remaja waktu itu. Lagu hits band punk rock asal amerika ini salah satunya adalah Wake Me Up When September Ends.

Banyak orang yang mengatakan kalau lagu ini mereferensikan tragedi 9/11 dan kehidupan warga Amerika pada masa pemerintahan George W. Bush. Video klip-nya pun menggambarkan kekasih muda yang berpisah akibat perang Irak, dan merepresentasikan perasaan “Kehilangan”.

Tema “Kehilangan” memang merupakan tema utama dari lagu ini. Namun Billie Joe Armstrong mempunyai maksud yang lebih personal karena ia menuliskan lagu mendiang ayahnya yang meninggal akibat kanker. Pada saat pemakaman ayahnya, Billie menangis dan mengunci dirinya sendiri di kamar. Ketika ibunya pulang ke rumah dan mengetuk kamar Billie, ia hanya menjawab “Wake Me Up When September Ends” dan dari situlah judul lagu ini terbentuk. (Adi Agustha)

sasha

Adele – Someone Like You

Bagi generasi milenial pasti udah ngga asing lagi kan sama penyanyi asal Inggris yang bernama Adele. Penyanyi yang namanya melejit karena lagu Someone Like You ini ternyata mempunyai masa lalu yang cukup sedih. Memang udah bukan jadi rahasia lagi kalau lagu ini bercerita tentang kisah Adele dan mantannya yang katanya bernama Sturrock. Bagian yang paling menyedihkan dari lagu ini adalah saat bagian chorus, Adele bilang kalau dia akan menemukan orang lain, tapi orang yang seperti mantannya.

Dalam salah satu wawancaranya, Adele bilang kalau “he had the biggest impact on me” dan “deserves a little credit”. Ternyata penyebab Adele dan Sturrock putus adalah karena Sturrock bertemu dengan perempuan lain pada tahun 2009 dan kemudian akhirnya bertunangan lalu Adele mulai menulis Someone Like You. Sering juga terlihat Adele nangis kalau lagi konser dan bawain lagu Someone Like You, lho, temen nge-Blur. Biarpun begitu sekarang Adele sudah bahagia dengan pacar barunya, namun Adele tetap menganggap Sturrock adalah salah satu orang terpenting dalam hidupnya. (Mahsa Islamey)

credit-music-director