Ga kerasa, perpindahan tahun bakalan terjadi dalam beberapa minggu aja nih, temen ngeBLUR. Saking sibuknya dengan kegiatan, mungkin banyak musik seru yang kamu lewatkan. Atau jangan-jangan, kamu lagi ngerasa jenuh dengan hal yang gitu-gitu aja di penghujung tahun ini?

Tapi tenang. Jangan khawatir. Kali ini Tim Music Director BLURadio punya artikel menarik berisikan lagu-lagu segar untuk me-recap sekaligus menemani akhir tahun kamu!

01) Earl Sweatshirt – Nowhere2go (11 November 2018)

Beberapa hari setelah merilis single “Nowhere2go” pada 11 November 2018, Earl Sweatshirt mengumumkan album barunya yang berjudul Some Rap Songs lewat media sosialnya. Tapi single ini terasa mencolok dari karya-karyanya sebelumnya nih, temen ngeBLUR.

Hal yang paling mencolok pada single ini adalah barsnya yangmengejutkannyatidak serimbun dulu. Selain itu, rap flow-nya yang maju rem maju membuatnya terdengar seperti ia terpengaruhi flow dari Playboi Carti. Meskipun begitu, anak dari Keorapetse Kgositsile, seorang aktivis dan penyair Afrika Selatan, dan Cheryl Harris, seorang profesor hukum di UCLA, ini flow-nya terdengar seperti senyawa dengan beat. Sulit dipisahkan antara beat dan rap, apalagi bila telah didengarkan berulang kali karena flow Earl begitu memikat. Earl menunjukan bahwa ia kapabel menyangkutkan momen-momen di lagunya kepada kepala pendengarmeskipun struktur lagu ini tidak memiliki chorus. Lagu ini fun banget buat kamu mainkan secara loop. (Prihatur Setyo Putra)

02) Pijar – Lunar Biru (20 Juli 2018)

Berawal dari keinginan para anggotanya untuk membuat sekolah musik, Pijar merupakan band yang terbentuk pada tahun 2013 ini, nekat pergi dari Medan ke Jakarta demi mengawali kiprah bermusiknya. Beranggotakan Jakjek Alfredo (vokal, gitar), Ican (gitar) dan Aul (drum), kini band yang ber-genre alternative-pop dengan sentuhan new wave era 80an asal medan ini sukses menancapkan namanya pada scene musik indie di Indonesia.

Dirilis pada tanggal 20 Juli 2018 lalu, Pijar sukses menyajikan cerita romansa sepasang muda mudi karangan mereka: Gandhi dan Luna, dibalut dengan melody yang catchy abis dan terdengar fresh ditelinga. Dikemas dengan apik dan menarik, single berdurasi 3 menit 24 detik ini merupakan lagu pembuka dari EP berjudul Pijar a.k.a self titledLagu ini cocok buat didengerin sama temen ngeBLUR dalam kondisi hidup yang nggak menentu sekalipun. (Tasya Azizah)

03) HONNE – Me & You (feat. Tom Misch) [27 April 2018]

HONNEduo penyanyi sekaligus produser asal Inggris yang populer dengan single-nya “Warm On A Cold Night”mengadakan album launch party untuk rilisan terbaru mereka, Love Me / Love Me Not (2018) pada pertengahan tahun ini nih, temen nge-BLUR.

Salah satu lagu yang menjadi favorit pendengar HONNE adalah “Me & You”, lagu yang bermelodi synth romantis dengan diiringi petikan gitar halus dari Tom Misch. Dibuka dengan kutipan dari Neil Amstrong yang berbunyione small step for man, one giant leap for mankind. I have a beautiful planet,” dan dilanjutkan dengan alunan halus khas milik duo ini, membuat kesan jatuh cinta yang seakan-akan membawa kamu ke luar angkasa. HONNE berhasil menyampaikan interpretasi dari nama duo mereka sendiri yang memiliki arti hasrat dan cinta dari bahasa Jepang. Hal itu benar-benar direfleksikan dalam lagu “Me & You” ini. Untuk temen nge-BLUR yang lagi merasa atau ingin merasa berbunga-bunga, cocok banget deh buat dengerin lagu “Me & You” ini sambil ikut melantunkan liriknya! (Shinta Aprilia)

04) Parcels – Lightenup (6 September 2018)

Menjalani kehidupan perkuliahan yang gitu–gitu aja emang suka bikin suntuk. Tau–tau udah mau kelar aja tahun 2018. Nah, untuk itu temen ngeBLUR wajib banget nih buat dengerin lagu super fresh yang satu ini!

Sempat berhasil menaikan popularitasnya berkat single kolaborasinya dengan Daft Punk yang berjudul “Overnight” pada tahun 2017 kemarin, band yang berasal dari Australia ini kembali dengan single baru dan debut album perdananya.

Single bernuansa funky dengan sentuhan disco dan classic groovie yang ciamik ini, merupakan lagu pembuka dari album debut mereka yang telah dirilis pada 12 Oktober lalu. Berhasil mengemas dengan rapi gaya 70an lewat music videonya, band yang bermarkas di Berlin, Jerman ini menawarkan bass line yang sangat menonjol dengan suara vokal yang dinyanyikan secara bersamaan namun dengan feel yang berbeda. (Tasya Azizah)

05) FUR – Angel Eyes (21 November 2018)

Menjalani hari di pengunjung semester memang terkadang tidak menyenangkan, apalagi kalo tugas numpuk, dan ujian akhir semester sudah di depan mata, pasti mumet banget kan, temen ngeBLUR? Tapi jangan khawatir ada lagu yang bisa nemenin temen ngeBLUR biar jadi fresh dan nggak suntuk lagi pas ngerjain tugas. Lagu berjudul “Angel Eyes” ini baru aja dirilis oleh FUR pada tanggal 21 November 2018 lalu.

Buat temen ngeBLUR yang nggak tau siapa itu FUR, yuk kenalan dulu! FUR merupakan band yang beraliran dreamy pop, band ini berasal dari Amerika dan didirikan oleh Ryan O’Rourke dan Michael O’conner. Setelah lagu “Angel Eyes” dirilis, FUR pun langsung mengunggah music video dari lagu tersebut ke platform YouTube, video yang sudah ditonton oleh lebih dari 43 ribu kali tersebut wajib buat temen ngeBLUR tonton, video tersebut memiliki konsep yang bagus dan disajikan dengan sangat menarik, dijamin deh bakal bikin temen ngeBLUR yang lagi mumet kembali fresh(Devi Layla A)

06) The Growlers – Problems III (26 Juli 2018)

Pada 2016, frontman The StrokesJulian Casablancaspernah memproduseri salah satu album milik The Growlers, yaitu City Club. Jadi jangan heran, ya, kalau temen ngeBLUR lagi dengar lagu iniatau lagu lainnya dari The Growlersdan langsung teringat dengan The Strokes. Selain itu, tipe vokal Brooks dan Julian juga memang agak serupa dan sedikit sulit untuk dibedakan.

Single yang kemudian juga dimuat dalam album terbaru mereka Casual Acquaintances (2018) ini bercerita tentang berbagai masalah yang datang, “III” dalam judul mewakilkan para personel karena The Growlers kini beranggotakan tiga orang, dan bagaimana mereka yang selalu bisa bersama mengatasi masalah-masalah itu. Mereka pun telah merilis music video dari lagu ini di Youtube, mengusung konsep yang sangat unik dan kreatif, dengan seekor mantis sebagai tokoh utamanya. Suara Brooks di lagu ini terdengar gloomy, sangat kontras dengan nada instrumentalnya loh, temen ngeBLUR, yang malah terdengar happy dan cheerful(Alistya Dewi Esty)

07) Jack White – Over and Over and Over (1 Maret 2018)

I think therefore I die,” teriak Jack White berulang kali. Berulang kali pula riff gitar birunya merajam instrumen lain di belakang harmoni paduan suara. Setiap ucapannya terdengar seperti wahyu yang disampaikan dalam keadaan genting, seolah ia sedang menghabiskan darahnya untuk sisa hidup dunia rock. Memang tidak salah lagi, dari rock orkestra yang identik dengan Queen hingga robot rock buatan Daft Punk nampak jelas dalam single Jack White ini, menarik banget kan untuk didenger!

Dengan namanya yang dipatrikan oleh Rolling Stone sebagai salah satu dari 100 Greatest Guitarists of All Time, Jack White telah hidup untuk titel tersebut. Bagi temen ngeBLUR yang belum kenal sosoknya, mungkin udah nggak asing lagi sama “Seven Nation Army” hasil ciptaan band The White Stripes, kan? Lagu itu adalah anthem umum di perhelatan sepakbola yang ditulis oleh Jack White dan istrinya, Meg White. Kini, Jack White yang sudah menjalani karir solo telah sampai pada album ketiganya, Boarding House Reach, di mana ia terdengar ringkih dan gila. Kegilaan vokalnya pun terjangkit pada keseluruhan melodi yang ia sentuh, seperti klaimnya dalam single kedua album ini, My shoulder holds the weight of the world. Apa lagi yang harus ia lakukan sebagai seorang musisi legendaris selain mengemban beban rock di pundaknya? (Radhiyya Indra)

08) The Carters – APESH*T (16 Juni 2018)

Siapa, sih, yang ga tau pasangan diva dan rapper terkemuka Beyoncé dan Jay-Z? Pasangan yang menjadi topik utama dalam setiap gosip pagi di Hollywood sepanjang tahun 2017 hingga 2018 ini mengejutkan para penggemar dengan debut kolaboratifnya yang bernaungi nama The Carters. Ga tanggung-tanggung nih, bukan hanya debut dengan single, mereka bahkan merilis satu album sekaligus!

Menceritakan rekonsiliasi dari kisah pernikahan mereka yang naik turun, Everything Is Love (2018) juga berperan sebagai penutup dari marital life album trilogy milik pasangan ini. Pada hari yang sama album ini dirilis, The Carters juga mengejutkan publik sekali lagi dengan Music Video “APESH*T” yang berlatar di Louvre Museum, Parisseakan-akan absen mereka dari Met Gala 2018 terbayarkan. Melalui “APESH*T”, Beyoncé berusaha menunjukan otoritas yang ia miliki atas Jay-Z dan juga otoritas Jay-Z atas Beyoncé. Tak hanya itu, “APESH*T” juga menjadi selebrasi dan seruan pasangan ini bahwa, “we are going strong!” Bagaimana tidak, setelah isu yang menimpa keduanya, mereka masih menyandang titel The Powerful Couple. Seperti kurang, kisah pasangan ini dipermanis dengan kehadiran anak kembar mereka, Sir dan Rumi Carter. Nampaknya 2018 memang dapat dinobatkan sebagai tahunnya The Carters, ya, temen nge-BLUR? (Shinta Aprilia)

09) A$AP Rocky – Sundress (20 November 2018)

Setelah A$AP Rocky berani mengeksplorasi suara barunya di album TESTING (2018), yang produksinya lebih eksperimental bila dibandingkan dengan rilisan album-album hip-hop lainnya di tahun 2018, rapper asal Harlem ini mengeluarkan single yang ga kalah eksploratif nih, temen ngeBLUR.

Untuk ukuran artis populer, A$AP Rocky bisa dibilang berani dalam mengeksplorasi warna musik di setiap proyeknya. Buktinya, mixtape pertamanya Live Love ASAP (2011), yang membuat namanya menjadi underground famous, tidak terdengar seperti east coast hip-hop pada umumnya—meskipun ia lahir dan besar di Harlem, New York. Hip-hop menurut sejarahnya lahir dan besar di New York, namun ia berani mengambil langkah untuk membuat warna musiknya sendiri.

Setelah 7 tahun semenjak mixtape pertamanya, sikap eksploratif yang ia bawa saat bermusik masih ada. A$AP Rocky terdengar seperti tidak ingin ditempatkan pada satu box saja pada “Sundress”. Pada lagu ini, ia memadukan drum dan synth ala Tame Impala, vokalnya yang R&B pada chorus, dan signature rap verse-nya sehingga “Sundress” terdengar warna-warni dan tidak menjemukan. (Prihatur Setyo Putra)

10) Alessia Cara – Not Today (13 November 2018)

Penyanyi cantik berkebangsaan Kanada ini baru aja ngerilis lagunya yang berjudul “Not Today”. Dilansir dari Genius, lagu ini bercerita tentang Alessia Cara yang baru aja putus dari pacarnya. Berbeda dari kebanyakan orang yang berusaha buat keliatan baik-baik aja setelah putus, di lagu ini Alessia Cara bercerita bahwa dia ngebiarin dirinya filled with grief and sadness setelah putus, karena dia tau kalau pada akhirnya dia bakal seneng lagi dan melupakan sang mantan.

Jadi kayak pepatah “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” dia ngebiarin dirinya ngerasain rasa sakit dulu biar rasa senengnya nanti lebih kerasa lagi. Music videonya yang unik pun sudah ditonton lebih dari 1 juta kali. Yuk temen ngeBLUR langsung aja dengerin lagunya! (Devi Layla A)

11) I Don’t Know How But They Found Me – Do It All The Time (24 Agustus 2018)

Duo asal Amerika yang biasa disingkat menjadi iDKHOW ini terdiri dari Dallon Weekessebelumnya adalah bassist dari Panic! at the Discodan Ryan Seamen. Setelah Dallon memutuskan untuk keluar dari P!atD pada 2016 lalu, dia ingin membuktikan bahwa dia bisa terus berkarya tanpa mengandalkan embel-embel Panic! at the Disco yang sudah membesarkan namanya. Terbukti dia bisa sukses melanjutkan kariernya dengan salah satu single populernya ini.

Dalam lagu ini, musik synth-pop yang groovy disempurnakan dengan music video yang futuristik namun a la 80-an. Meski liriknya seolah-olah menggambarkan sifat dan perilaku buruk Dallon dan Ryan, kenyataannya justru Dallon ingin menyindir orang-orang masa kini yang menjalani hidup penuh dengan kebohongan dan kepalsuan, tak terkecuali dalam industri musik. iDKHOW juga baru saja merilis EP perdana mereka, yaitu 1981 Extended Play pada 9 November 2018 lalu, yang juga memuat “Do It All The Time” sebagai track penutup. Sepertinya, keluar dari P!atD bukanlah suatu keputusan buruk yang telah diambil oleh Dallon, ya, temen ngeBLUR? (Alistya Dewi Esty)

12) Arctic Monkeys – Anyways (30 November 2018)

Setelah berkelana di permukaan bulan dalam space glamour yang menyosong album terakhir mereka, Tranquility Base Hotel & Casino, kuartet Alex Turner dan kawan-kawan masih menyisakan satu persembahan terakhir sebelum mereka pergi ke manapun Arctic Monkeys akan berpijak selanjutnya. “Anyways” dirilis sebagai B-side dari single yang berjudul sama dengan album ini.

Lounge-pop yang mengalir pelan dalam “Anyways” bisa menjadi pengiring perjalanan di tengah malam atau sekedar melodi untuk menyendiri nih, temen ngeBLUR. Bahkan cover single ini menunjukkan Alexander Turner (sebagaimana ia ingin disebut) sedang membersihkan hotelnya, lagi-lagi, sendirian. Tempo drum Matt Helders dan bass dari Nick O’Malley pun terasa seperti lampu remang-remang kasino, menandakan sudah waktunya untuk tutup.

Dari liriknya, single ini bagaikan sebuah percakapan antara Alex dengan seseorang, membahas beragam polemik sosial hingga kehancuran alam. Meski begitu, sang frontman menyanyikan satu hal dan lainnya secara cuma-cuma, seakan mereka hanyalah kesepelean belaka. It’s just another race to anyways,lantunnya. Mungkin itulah makna yang empat penghuni bulan ini coba sampaikan; tidak ada yang dapat mereka lakukan mengenai permasalahan di muka bumi. Mereka hanya dapat memandang dari jauh. (Radhiyya Indra)

13) Puma Blue – Blood Loss (2 November 2018)

Setelah mengenalkan dirinya dengan EP Swum Baby, Puma Blue kembali dengan EP berjudul Blood Loss yang baru saja rilis tanggal 2 November 2018 lalu. Ditulis di masa hubungannya yang sedang berada di ujung tanduk, Blood Loss menjadi EP yang personal bagi musisi yang mempunyai nama asli Jacob Allen ini loh, temen ngeBLUR. Walaupun di dalamnya banyak lagu tentang rasa sakit hati, Allen berharap dari sakit hati itu bisa mengajarkannya kedewasaan seperti yang ia katakan dalam interviewnya dengan Red Bull, “but it ended up being more mature I hope, not dragging it out but trying to let go as gracefully as I can.”

Didominasi dengan suara vokal yang tajam, “Midnight Blue”, salah satu track dari EP ini dapat membawa pendengar merasakan atmosfer murky South London dimana Jacob Allen berasal. Lagu ini menceritakan tentang fragility of love seperti yang ia nyanyikan dalam liriknya, “Baby where are you on this midnight blue? I pray for my love to come back soon.” Ia menulis lagu ini saat sedang membayangkan bagaimana jika suatu saat hubungan dengan kekasihnya berakhir sambil berharap bisa memutar balik waktu dan mengembalikan kekasihnya. Namun, di pertengahan penulisan lagu ini ternyata hubungannya benar-benar berakhir, saat itu pula ia menyelesaikan lagu ini. Feel your heartache, just don’t get too involved ya, temen ngeBLUR! (Saphira Evani Virnanda)

14) Mazzy Star – Still (1 Juni 2018)

Band beraliran dream-pop, Mazzy Star kembali menawarkan musik baru lewat EP berjudul Still setelah keluarannya yang terakhir empat tahun lalu. Berisi empat buah lagu, EP ini turut menampilkan alternate version dari lagu “So Tonight That I Might See” yang dirilis tahun 1993. Masih tetap konsisten dengan alunan yang melow ala Mazzy Star, EP ini membawa pendengar bernostalgia ke era 90-an dimana band asal Santa Monica, California ini terbentuk.

You’ve got the same smile you had before,” penggalan lirik dari lagu pembuka Still“Quiet, The Winter Harbor” sangat pas untuk menggambarkan keseluruhan EP ini. Ya, senandung Hope Sandoval yang khas seperti sedang mengantuk masih terdengar sama walaupun di usianya yang sudah 52 tahun. Iringan piano yang lembut sebagai instrumen utama dalam lagu ini menambah kesan ‘quiet’ persis seperti judulnya ya, temen ngeBLUR? (Saphira Evani Virnanda)