Dalam memperingati Dies Natalis ke-59 Unpad, Himpunan Mahasiswa Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan acara The Landformation 2016. Acara The Landformation ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh teman-teman kita dari Himatan, temen ngeBLUR! Pada kesempatan kali ini, The Landformation mengangkat tajuk “Land Lantern”. Tema ini difokuskan pada pembahasan potensi lahan Indonesia dan pemanfaatannya untuk pertanian berkelanjutl’ dalam tujuan meningkatkan ekonomi Indonesia. Rangkaian acaranya terdiri atas seminar pada 8 September 2016 di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad dan workshop pada 9 September 2016 di Gedung Cisral Unpad.

Temen ngeBLUR pasti udah tau kan negara kita ini identic sebagai negara “agraris”, alias negara yang sebagian besar rakyatnya berprofesi sebagai petani. Identitas ini terasa nyata banget, buktinya di seberang gedung Fakultas Hukum di Unpad Jatinangor terhampar sawah yang cukup luas. Artinya, sawah dan kebun di negara kita ini gampang untuk ditemukan. Namun, menurut salah satu pemateri pada seminar ini, Indonesia yang identic sebagai negara agraris justru masih mengimpor hasil tani.

Jadi, dari fakta yang ironis inilah, para pemateri seperti Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto (ketua umum HITI), Prof. Dr. Benny Joy, Ir., MS (guru besar Ilmu Tanah Faperta Unpad), dan Prof. Tualar Simamarta (guru besar Ilmu Tanah Faperta Unpad), sepakat untuk mencetus gerakan “Reforma Agraria”, yaitu membalikan hutan sesuai dengan fungsinya serta pemberian sertifikat kepemilikan tanah kepada petani-petani di daerah-daerah terpencil. Pembahasan yang cukup membuat kita sadar akan pentingnya keberadaan petani di negara kita ini ternyata enggak tegang sama sekali loh. Para pemateri terlihat menyampaikan materi dengan berapi-api, tapi tetap menjaga atmosfer seminar dengan sedikit menyelingkannya dengan tawa ringan, seru!

Saat workshop, hadir Supriyadi RP Siregar, Inovator Biopolybag Universitas Padjadjaran, sebagai pembicara dan pemateri mengenai produk yang dibuatnya berupa biopolybag yang terbuat dari ekstrak eceng gondok. Berkat hal itu, ia pernah menjadi delegasi Indonesia dalam International Scholar Convention 2015 di King’s College, London. Temuannya ini sangat ramah lingkungan, soalnya polybag ciptaan mahasiswa Faperta 2013 ini bisa membusuk dan terurai dengan tanah, berbeda dengan polybag biasanya yang terbuat dari plastik. Temen ngeBLUR pernah menanam tanaman di polybag, kan?

Beranjak siang, saatnya prosesi penanaman pohon di sekitar Gedung Cisral yang baru saja diresmikan beberapa bulan lalu. Kebetulan di halaman gedung masih belum ada pohon yang ditanam. Sebelum penanaman pohon berlangsung, peserta workshop sudah dibekali materi dari Dr. Rija Sudirja, SP., MT. selaku perwakilan jurusan Ilmu Tanah Unpad. Meskipun siang itu sangat terik, tapi tidak menyurutkan semangat para peserta workshop ini, buktinya peserta, dosen, sampai panitia pun tetap bercanda di sela-sela penanaman pohon. Menurut panitia, suatu hari nanti pohon ini akan membuat Gedung Cisral menjadi lebih sejuk.