Hari-hari Sastra atau lebih akrab disebut H2S baru saja menyelesaikan rangkaian acaranya nih, temen ngeBLUR. Sebagai penutup, Minggu, (29/10) H2S menggelar acara malam puncak. Eits, sebelum malam puncak H2S, ternyata ada banyak banget rangkaian kegiatan H2S. Penasaran ada apa aja? Sebagai pembuka rangkaian acara H2S, pada Selasa (10/10) panitia H2S dan masyarakat FIB mengadakan pawai keliling Unpad. Setelah pawai keliling Unpad, acara dilanjutkan menuju Rengganis. Di Rengganis ini ada mini stage yang diisi oleh penampilan-penampilan musik dan musikalisasi puisi.

Selanjutnya ada Workshop Mari-Bermari yang dibagi menjadi tiga rangkaian, yaitu Mari-bertyedye (16/10), Mari-bersablon (17/10), dan Mari-bermusik (18/10). Untuk Mari ber-tiedye dan Mari ber-sablon, temen ngeBLUR cukup membawa kaos putih yang udah nggak terpakai.

Rangkaian acara selanjutnya adalah Layar Sudah Ramai. Layar Sudah Ramai  (19/10) adalah talkshow mengenai sinematografi dan film. Nggak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan Benny Kadarharianto (Ketua DSLR Cinematography Indonesia dan Brand Ambassador Lumix Indonesia) dan Agus Safari (Tokoh Forum Film Bandung dan Kritikus Film Forum Film Bandung) sebagai pembicara. Lagi lagi acara ini gratis!

H2S pun menggelar sayembara puisi dan cerpen khusus buat temen ngeBLUR yang mau menyalurkan bakatnya dalam mengolah kata-kata. Nantinya karya temen ngeBLUR yang terpilih bakalan dipajang di “Pojok Puisi Kita”.

Masih ada lagi nih, temen ngeBLUR! Selanjutnya, pada Sabtu (28/10) ada beauty workshop bersama Robby Yamaguchi, makeup artist dari Pixy, yang digelar di Aula Dekanat Fakultas Keperawatan Unpad. Di beauty workshop ini ada juga sharring session bersama seorang blogger bernama Ayu Indriati. Dengan membayar Rp65.000, temen ngeBLUR udah mendapat goody bag, snack, dan sertifikat.

Lalu, sampai juga di malam puncak Hari-hari Sastra! Malam puncak H2S ini gratis dan dibuka untuk umum. Kali ini, H2S mengusung tema hippies. Tema hippies dipilih karena cocok untuk mewakili gambaran masyarakat FIB Unpad. Filosofi yang diambil dari kaum hippies adalah hidup sederhananya, yang dapat diartikan bahwa kaum hippies hidup sederhana dan cinta kedamaian. Sama, kan, seperti masyarakat FIB yang hidup sederhana dan cinta kedamaian?

Ada dua panggung yang disediakan di acara malam puncak H2S, yaitu Low East Side Stage dan Pearl District Stage. Dari nama panggungnya aja udah hippies banget, kan, temen ngeBLUR? Low East Side Stage diisi oleh penampilan dari Jon Kastella, Bagas Zaki, dan Smiling Sunshine. Jika dilihat dari rundown, harusnya Katumbiri, The Roots Brother, Breh and The Bangsat, dan Align tampil di panggung ini juga. Sayangnya hujan deras mengguyur Jatinangor sehingga acara yang belum selesai harus dilanjutkan ke Pearl District Stage. Untungnya nggak lama kemudian, hujan pun mereda. Meskipun gerimis, penonton yang datang justru makin ramai loh, temen ngeBLUR! Sepertinya penonton udah nggak sabar buat seru-seruan bareng Saman Sastra, The Erratic Moody, Siddharta, FIBrator, Olegun n The Gobs, dan Parahyena!

Pengunjung nggak hanya disuguhi penampilan musik, tapi ada juga bazar serta wahana seru yang bisa memacu adrenalin temen ngeBLUR, yaitu rumah hantu. Untuk masuk ke rumah hantu yang terletak di Gedung C, FIB, Unpad, temen ngeBLUR cukup membayar Rp8.000 untuk satu tiket, Rp15.000 untuk dua tiket, dan Rp25.000 untuk tiga tiket.

Wah, rangkaian acara Hari-hari Sastra bener-bener paket lengkap! Jadi nggak sabar buat dateng ke acara Hari-hari Sastra tahun depan. Kira-kira bakal ada keseruan apa, ya?