Udah bulan Ramadhan lagi nih, temen ngeBLUR! Gimana perjuangan kalian melawan hawa nafsu sejauh ini? Jangan lupa, rasa lapar itu bukan satu-satunya hasrat tandingan kita, tapi hasrat akan kekuasaan, status, dendam, kasih sayang, semua ini harus kita kontrol selama satu bulan penuh.

Maka dari itu, kami dari Tim Music Director BLURadio mau membantu kalian lewat sejumlah pilihan lagu yang bisa banget didenger sambil ngabuburit, karena artis dan musisi terpilih ini juga berkutat menghadapi hasrat-hasrat tersebut loh!

01) Jakob Ogawa – All I Wanna Do (26 April 2019) 

Norwegian Bedroom Popstar, Jakob Ogawa baru saja merilis single yang berjudul “All I Wanna Do” nih, temen ngeBLUR, dan akan disusul dengan EP-nya yang berjudul Teen Angel di musim panas ini. Ditambah lagi, bulan Mei ini Ogawa mau datang ke Indonesia loh dalam rangka Asia tour. Gimana nih fans Jakob Ogawa, udah pada beli tiketnya belum?

“All I Wanna Do” dikemas dengan woozy synths dan vokal yang terdengar ‘malas’ dengan nada tinggi khas musisi yang berumur 21 tahun tersebut. Berdurasi 2:08 menit, lagu dengan lirik yang simple ini tetap terdengar sebagai memorable love song dan bisa membuat temen ngeBLUR joget-joget kecil. Lagu-lagu Ogawa emang paling bisa ya menciptakan romantic and sultry vibe. (Saphira Evani Virnanda)

02) Rhye – Song For You (2 Februari 2018)

Apa sih definisi love menurut temen ngeBLUR? Kalau kata frontman Rhye, Mike Milosh, love is probably trusting and being the person that can be trusted with someone’s emotions. Kalo temen ngeBLUR belum dapet apa maksud Milosh, coba deh dengerin “Song for You” dari grup band Rhye.

Geneviève, kekasih Milosh menjadi inspirasi dalam menulis lagu ini. “Song for You” bercerita tentang pentingnya memahami satu sama lain dalam sebuah hubungan. Masa lalu pun turut ambil bagian penting loh dalam membentuk kita yang seperti sekarang. Tentunya sebuah hubungan tidak selalu baik-baik saja kan? We make mistakes and we know things breaks, seperti apa yang dinyanyikan Milosh dengan breathy voice yang khas dalam lagu ini. Namun, sebuah masalah kadang membuat sesuatu bisa menjadi utuh. Itulah yang coba Milosh sampaikan lewat lagu ini, let your relationship grow to something beautiful. (Saphira Evani Virnanda)

03) Kendrick Lamar – XXX (feat. U2) [14 April 2017] 

Salah satu musisi yang bisa merepresentasikan dendam dalam haluan yang positif itu Kendrick Lamar. Rapper yang dikenal aktif dalam mengadvokasikan gerakan #BlackLivesMatter ini bikin kaget pendengarnya dengan kolaborasi yang ga diduga, nih. Album rilisan tahun 2017 yang berjudul DAMN ini nyertain lagu berjudul “XXX” yang merupakan lagu kolaborasi dengan Bono, vokalis dari grup band U2. Lagu “XXX” bisa dibilang jadi salah satu  strong track yang jelas banget nunjukkin rasa dendam dan amarah.

Bukan cuma bawa tema dendam, tapi lagu ini juga jadi representasi kekerasan yang cukup jelas terjadi di sistem politik Amerika. Sepanjang lagu ini, Kendrick seakan-akan ngajak pendengarnya buat ikut masuk ke cerita yang dialamin dirinya, lebih tepatnya teman akrabnya yang terbunuh karena rasisme yang dialamin kaum kulit hitam di Amerika. Uniknya dari lagu ini, Kendrick lebih memilih untuk mengekspresikan dendam dengan sistem politik di Amerika sana sebagai bentuk mencari keadilan di tengah rasisme terhadap kalangannya dibanding menjadikan tragedi ini untuk bersedih.

Kalo temen ngeBLUR denger lagu “XXX” ini, bisa nih diperhatiin hal unik lain dari lagu ini. Instrumen bass dan drum yang ada di lagu ini adalah metafor dari suara tembakan senjata tajam yang juga jadi representasi kekerasan yang sering terjadi. Kendrick juga nyebutin, Amerika aman hanya untuk kaum-kaum tertentu, dan kaumnya bukan salah satu dari kaum yang bisa merasa ‘aman’ di negaranya sendiri. Gimana nih pendapat temen ngeBLUR tentang lagu ini? Jadi campur aduk dari marah sampe ke sedih, ya? (Shinta Aprilia)

04) BROCKHAMPTON – SISTER/NATION (15 Desember 2017)

Dampak apa yang bisa kamu dapet dari nafsu menggunakan power, temen ngeBLUR? Kalau dari yang kita denger kata kawanan BROCKHAMPTON sih, segala hal bisa berujung negatif. Dalam “SISTER/NATION”, nampaknya setiap kata yang diujarkan oleh Ameer, Dom, Matt, Kevin, dan Joba adalah manifestasi dari power mereka sendiri sebagai suatu unit, dapat dilihat dari keangkuhan yang ditunjukkan dalam lirik dan pembawaan mereka. Flow dan beat pun saling lawan, seakan yang satu mencoba untuk lebih powerful daripada yang lain.

Tapi tunggu dulu, ketika mereka beres membawakan bagian lagu “SISTER”, “NATION” justru datang dengan rasa penyesalan atas penyalahgunaan kekuatan mereka. Kevin mengaku kalau dia hampir nggak bisa mengontrol dirinya, Dom meracau tentang kehilangan identitasnya, bahkan Ameer yang berusaha melawan rasisme menjadi yang “terlawan” akibat power yang dia gunakan saat berkelahi dengan temannya. Sehingga, ketika pada akhirnya kita denger teriakan “Power! African power!” dari Merlyn, seakan-akan itu adalah lambaian bendera putih karena mereka telah kalah. Dua mentalitas tersebut pun menjadi bagian sentral lagu andalan album SATURATION III ini. (Radhiyya Indra)

05) Kanye West – POWER (28 Mei 2010)

Siapa sih temen ngeBLUR yang belum tahu seberapa sombongnya Kanye? Dia sendiri ngaku, loh. “I embody every characteristic of the egotistic,” pamernya. Kanye nggak pernah muncul tanpa nunjukin seluruh kekuatan yang ia miliki, bahkan saat bersedih di album 808 & Heartbreak pun dia berkuasa. Dan layaknya seorang gladiator, Kanye muncul dalam lagu ini dengan sambutan sorak-sorai stadium yang eksplosif. Namun, penampilan memukaunya justru dikontradiksi sendiri lewat pemikiran yang dia bawa: “No one man should have all that power.” Untuk karakter se-powerful Kanye, apa sih yang bikin dia bertanya-tanya tentang batas kuasa seseorang?

“POWER” menjadi momen di mana ‘Ye’ berusaha merelakan kekuasaannya dengan penuh kekuatan. Masuk akal nggak? Refleksi egotistik dirinya nggak pernah tampak lebih jelas. Apabila ada yang bisa membalut raungan rock dan hip-hop dalam simfoni melodramatis, itu adalah Ye. Dan apabila ada power yang sangat berkuasa di atas segalanya, bagi Ye itu adalah the power of self-control. Maka nggak heran kalau ia mengejar kemampuan tersebut mati-matian. “You got the power to let power go?” tanyanya, sambil melompat keluar jendela. (Radhiyya Indra)

06) .Feast – Sectumsempra (feat. Yudhis Rachun) [17 Juli 2017]

Kalian mungkin gak pernah kepikiran gimana jadinya kalau mantra Severus Snape dijadiin lagu, tapi lain halnya dengan Band Rock asal Jakarta ini nih, temen ngeBLUR. Bayangin aja, mereka bisa-bisanya mengupas cerita soal aktivis dan politisi lewat mantra yang diucapkan oleh karakter novel terkenal karya J.K. Rowling.

.Feast menggunakan banyak kata-kata dan kalimat – kalimat yang mengandung metafora, untuk merepresentasikan kehausan akan kehormatan dan timbal balik antara politisi dengan aktivis melalui liriknya. Sempat dirilis pada tahun 2015, lagu ini dirilis dan dikemas ulang pada tahun 2017 dengan menggaet Yudhis, yang merupakan personel band Rachun.  (Tasya Azizah)

07) Pulp – Common People (22 Mei 1995)

Mungkin temen ngeBLUR setuju kalau salah satu hasrat yang sering menggoda manusia itu tentu harta, ‘kan? Tapi, ternyata hal itu  dipatahkan loh dalam salah satu lagunya Pulp, “Common People”. Band Britpop ini merilis single “Common People” yang kemudian dimuat dalam Different Class (1995).

Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan—teman semasa kuliah sang vokalis, Jarvis Cocker—yang berasal dari keluarga kaya tetapi ia justru mau ngerasain hidup yang berbeda dari kehidupan mewahnya, “I wanna live like common people / I wanna do whatever common people do”.

Sekalipun ia mencoba hidup seperti common people, ia tentu tetap saja akan terus mendapatkan privileges as a wealthy girl, seperti dalam penggalan, “But still you’ll never get it right / ‘Cause when you’re laid in bed at night / Watching roaches climb the wall / If you called your Dad he could stop it all”. Dengan lagu ini, tampaknya Pulp seolah membenarkan ungkapan money can’t buy happiness. (Alistya Dewi Esty)

08) Freddie Gibbs & Madlib – Harold’s (18 Maret 2014)

Ternyata bukan cuma kamu aja yang sering lapar, Freddie Gibbs dan Madlib juga ngerasain hal yang sama. Coba bayangin, hal apa sih yang terbesit di kepala kedua orang ini — sampai-sampai mereka memilih buat bikin lagu tentang ayam goreng di sebuah restoran? Apa mungkin ayamnya emang seenak itu? Temen ngeBLUR ga akan tau, kecuali kamu mau rela terbang ke Illinois, Amerika Serikat buat nyicipin chicken wings di Harold’s Chicken Shack.

Narasi dan estetika gangster yang konsisten di sepanjang karirnya membuat hal tersebut sulit dipisahkan dari citra Freddie Gibbs. Ga jauh beda pula saat Gibbs lagi ngomongin ayam. Cukup violent, namun secara tepat bisa menghibur. Kalo boleh ngebayangin, mungkin kulit ayamnya Harold’s se-crisp suara vokal Freddie Gibbs di lagu ini. (Prihatur Setyo Putra)

09) A$AP Rocky – Peso (16 November 2011)

Emang ya, nafsu untuk gak sombong atas kehormatan, kekuasaan dan kekayaan itu lebih berat ditahan daripada rasa lapar dan haus. Hal ini terbukti dari lagu super arogan yang dinyanyikan oleh  A$AP Rocky. Seperti lagu hip-hop pada umumnya, rapper asal Amerika Serikat ini dengan sarkas menyindir tentang hidup mewah dan status sosial yang tinggi.

Contohnya aja, pas lirik She gon’ really think I’m hot, if I told her my degrees dengan apiknya masuk ke dalam lirik rap yang super epik ini. Sebagai salah satu anggota yang paling sukses dari Harlem’s A$AP Mob, rasanya wajar banget nih temen ngeBLUR kalau cowok yang bernama asli Rakim Mayers ini, bisa menghasilkan lagu yang catchy abis kayak gini. (Tasya Azizah)

10) Beyoncé – 6 Inch (feat. The Weeknd) [23 April 2016]

Bicara lagi soal dendam, album Lemonade (2017) pas banget, nih, buat dimasukin ke playlist temen ngeBLUR. Masih tergabung dalam marital life album trilogy milik Beyoncé dan suaminya, album ini secara mendalam ngasih atmosfir yang penuh kekecewaan, dendam dan amarah yang disebabkan oleh perselingkuhan Jay-Z. Gimana ga dendam, ya, temen ngeBLUR? Pernikahan yang udah terhitung selama 10 tahun, diuji dengan perselingkuhan yang bahkan ga ‘worth it’. Tapi tentunya Beyoncé handle semua ini dengan bentuk ekspresi diri yang keren banget, penuh dengan passion dan ga lupa juga, the sass of the diva.

Di album ini, Beyoncé nyalurin rasa kekecewaan dirinya terhadap Jay-Z di lebih dari tiga lagu. Salah satu lagu yang menarik di album ini adalah “6 Inch”  karena alih-alih mengekspresikan kekecewaan, mood-nya jelas banget nunjukkin rasa dendam. Dibumbui dengan vokal The Weeknd yang selaras banget sama tone Beyoncé, “6 Inch” otomatis jadi favorit pendengar setia Beyoncé.

Di lagu ini, Beyoncé pake metafor 6 inch heels sebagai simbolisasi dari kekuatan dan dendam, tentunya dengan semangat women empowerment. Dari potongan lirik “she grinds from Monday to Friday/ Works from Friday to Sunday,” dan “six-inch heels, she walked in the club like nobody’s business. Goddamn, she murdered everybody and I was her witness,” bisa diliat kalo Beyoncé mau nunjukkin rasa dendam itu bisa disalurkan dengan pengekspresian diri sebagai seorang perempuan yang independen dan pekerja keras. Kayanya Beyoncé masih kukuh ya temen ngeBLUR sama ide “girls run the world!”  (Shinta Aprilia)

11) Lana Del Rey – Old Money (13 Juni 2014)

Bagi Lana Del Rey, harta dan kekayaan tentu sudah melekat dengan dirinya, tetapi kedua hal itu ternyata belum cukup membuat hidupnya complete,  hal ini ia tunjukkan melalui “Old Money”. Lagu yang terdapat dalam Ultraviolence (2014) ini menggambarkan seorang perempuan yang mengenang kisah cinta masa lalunya. Diawali dengan lirik, “Blue hydrangea, cold cash divine / Cashmere, cologne, and white sunshine / Red racing cars, Sunset and Vine”, kesan luxurious sudah tergambar jelas dengan simbol-simbol kekayaan itu.

Del Rey menciptakan baris yang cukup menarik dalam lagu ini, “My mother’s glamour lives on and on / Yet still inside, I felt alone”, meskipun ia hidup dalam kemewahan, tapi katanya ia tetap merasa sepi karena alasan yang entah apa. Wah, mungkin karena ia kehilangan seseorang yang ia cintai di masa lalunya ya, temen ngeBLUR? (Alistya Dewi Esty)