Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-40, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpad kembali menyelenggarakan konser tahunan dengan tajuk: Enchanting Chants di Graha Sanusi Hardjadinata, Dipatiukur, Bandung, pada Selasa (24/04) kemarin.

“Konser ini merupakan sebuah media pengenalan kepada anggota baru PSM Unpad terhadap dunia paduan suara yang lebih kompleks dan sebagai media pembelajaran dalam berorganisasi khususnya untuk anggota baru 2017,” ucap Ketua PSM Unpad Ahmad Aldi Purnama dalam sambutannya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tajuk konser intern ke-13 ini kembali diadopsi dari bahasa Inggris. Enchanting Chants membawa makna mendalam mengenai betapa menawannya nyanyian serta karya-karya PSM Unpad. Warna hijau yang menjadi warna tema dari tajuk ini memiliki makna filosofis bahwa anggota muda PSM tumbuh dan berkembang dengan emosi yang seimbang dan keinginan yang kuat, temen ngeBLUR.

Open gate dimulai sekitar pukul 18.30, dilanjutkan dengan konser yang dimulai pukul 19.00. Setelah pembacaan profil singkat PSM Unpad, konser dibuka dengan sesi klasik yang dikonduktori Dewanti Ramadhani Mandira. Di sesi ini, PSM Unpad membawakan lagu-lagu komposer musik klasik kenamaan dunia yang sebagian besar berbahasa Inggris, Latin, dan Jerman. Lagu-lagu yang dibawakan yaitu Who Shall Have My Lady Fair, Lullaby, Unsere Trubsal, O Nata Lux, dan Gaur Akelarre.

Selanjutnya, sesi international song yang dikonduktori Karisman Ferdinandus. Lagu-lagu yang dibawakan pada sesi ini adalah lagu-lagu tradisional dari seluruh penjuru dunia, mulai dari Asia sampai Amerika. Lagu-lagu tersebut adalah Dindaru Dandaru, El Mansiero, L’amour de Moi, Balleilakka, dan Kuimba Nafsi Yangu.

Ada sesi yang tidak kalah menarik setelah dua sesi sebelumnya temen ngeBLUR, yaitu sesi popular song. PSM Unpad membawakan lagu-lagu terkenal era 70-80an dengan aransemen modern yang memanjakan telinga dan koreografi yang penuh semangat, membuat penonton semakin menikmati acara. Sesi ini dikonduktori oleh Fernandes dengan lagu-lagu: L-O-V-E, True Colors, Yesterday, Bohemian Rhapsody, dan Sing.

Setelah istirahat selama 10 menit, konser kembali dimulai dengan penampilan PSM Unpad angkatan 2014 sebagai bintang tamu. Mereka membawakan tiga lagu: Never Enough dan This Is Me, serta theme song dari film klasik Indonesia, Petualangan Sherina.

Kemudian, konser dilanjutkan dengan sesi Indonesia folksong yang dikonduktori Adam Prana Surya. Lagu-lagu tradisional yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dipersembahkan PSM Unpad dalam sesi ini, yaitu Sarinande, Tari Indang, Bolelebo, Badminton, dan Cikala Le Pong Pong.

Setelah semua lagu selesai dibawakan, konser ditutup dengan lagu Amigos, kemudian pemberian penghargaan kepada para pelatih dan konduktor.

Konser Enchanting Chants ini dimeriahkan juga oleh beberapa pengiring: pianis Nial Zada Adrianto, kontrabasis Muhammad Wiku Al-Fazri, CoffeeCream Band, Sadaluhung Padjajaran Drum Corps (SPDC) dan Padjajaran Ensemble Community (PEC) untuk musik ensemble, dan tim perkusi Isep Sepiralisman, Erlan Suwardana, Toras Parsaulinan, dan M. Rifat M. Sampai ketemu di konser PSM selanjutnya, temen ngeBLUR!

 

Penulis: Henny

Editor: Nada Meita