Eh tau gak sih? Akhir-akhir ini di Jatinangor banyak kejadian nyeremin. Bukan nyeremin karena ada makhluk gaib yah hiii, tapi ini ada makhluk jahat yang gak gaib alias berwujud manusia yang gak bertanggung jawab. Yap, Jatinangor akhir-akhir ini lagi hits dengan istilah “Jatidanger” karena kemaren baru kejadian hal-hal kriminal. Ada hipnotis di atm center, kehilangan motor, sampe yang lebih parah lagi pembacokan di sekitar Jatinangor. Tanpa pandang bulu, oknum kriminal yang gak bertanggung jawab ini menyerang siapa saja dan dimana saja guna meraup keuntungan yang gak halal. Nah, meminjam peribahasa sedia payung sebelum hujan, temen ngeBLUR harus bisa berhati-hati dengan mengantisipasi keadaan seperti ini dengan tips-tips dari kita. Yuk simak 7 tips mengantisipasi kriminalitas di Jatinangor berikut ini!

1. Nomor penting di saat genting

Meskipun terdengar sepele, tapi ini adalah langkah awal paling mudah yang bisa temen ngeBLUR lakukan sebagai antisipasi (bukan hanya dalam menghadapi tindakan kriminalitas), tapi juga pada saat berbagai kondisi yang tidak menyenangkan, you know what! 🙁
Temen ngeBLUR yang berada di kawasan Jatinangor juga bisa memaksimalkan fungsi Panggilan Darurat (Emergency Call) yang ada di ponsel, untuk mempermudah melakukan panggilan ke nomor-nomor penting berikut ini:

– Polsek Jatinangor 022-7798 110
– Polsek Tanjungsari 022-7911 110
– Klinik Padjadjaran 022-7781 900
– Rumah Sakit Al-Islam Bandung 022-7562 046

Selain itu, catat juga nomor-nomor ini, plus nomor orang-orang terdekat (ayah, ibu, kakak, nomor telfon rumah, nomor ibu/bapak kos, teman terdekat, mantan di notes yang selalu temen ngeBLUR bawa saat berpergian ya!

2. Strategy 9 to 6!

Berdasarkan pola kasusnya, tindakan kriminal paling banyak terjadi di antara pukul 9 malam sampai dengan pukul 6 pagi. Sebisa mungkin, kalau temen ngeBLUR memang ngga ada urusan yang sangat mendesak, hindari melakukan aktivitas di luar rumah/kosan di jam-jam tersebut. Kalau memang terpaksa harus berkegiatan pada waktu 9 to 6, usahakan untuk bergerombol selama di jalan. Atau alternatif yang paling aman, mulai cari-cari temen yang rumah atau kostannya berada di area yang sangat dekat dengan kampus buat jadi ‘markas inap’. Sekre UKM juga bisa dijadiin alternatif buat tempat nginap daripada harus keluar area kampus di jam 9 to 6. Nongkrong malamnya rada dikurang-kurangin sedikit engga apa apa deh, yang penting diri kita selamat dari mahabahaya kriminalitas!

3. Jangan terlihat berbeda

Dalam berbagai momentum, temen ngeBLUR pasti sering mendengar pendapat dari para motivator untuk terlihat berbeda dari orang lain dan keluar dari zona nyaman. Tapi plis banget! Untuk yang satu ini, akan lebih baik kalau temen ngeBLUR bisa menyamaratakan diri dengan orang-prang sekitar dan ngga terlihat mencolok baik itu dari pakaian yang digunakan, ataupun aksesoris yang digunakan. Bukan itu aja, hindari juga mengoperasikan ponsel atau gadget lainnya ketika sedang berada di jalan. Cari tempat yang tidak terlalu terekspos oleh orang yang berlalu lalang di jalan raya, apabila memang berada di kondisi yang mengharuskan temen ngeBLUR untuk mengoperasikan gadget.

4. Bawa pelindung diri
Parfum semprot, merica bubuk, pisau lipat, gunting kuku, pensil runcing, atau senjata elektrik kalo perlu, bisa jadi alternatif temen ngeBLUR sebagai alat-alat pelindung diri di saat darurat! Walaupun ngga sekeren Repulsor Ray-nya Iron Man atau Explosive Gel yang biasa dipakai Batman buat melawan serangan lawannya, tapi setidaknya buat jaga-jaga, temen ngeBLUR bisa pakai barang-barang itu untuk memperlambat serangan dari pelaku tindakan kriminal. Ngga ada salahnya kan mencoba buat menjaga diri?

5. Belajar teknik bela diri dasar

Cara menangkis serangan, menyerang saat ditahan dari belakang, dan trik-trik bela diri dasar lainnya, bisa temen ngeBLUR pelajari melalui video, ataupun dengan bimbingan teman yang memang menguasai suatu bela diri tertentu. Perhatikan juga, bahwa ada empat titik tubuh manusia yang rentan terhadap serangan, yaitu: bagian tenggorokan/jakun, ulu hati, kemaluan, dan belakang telinga. Manfaatkan celah minim untuk menyerang secara maksimal!

6. Menyerah tanpa perlawanan

Mungkin pilihan ini terlihat sangat ‘cemen’. Tapi ketika kondisi memang ngga memungkinkan untuk temen ngeBLUR memberikan perlawanan sekecil apapun, dan bahkan diancam dengan senjata, menyerah adalah sebaik-baiknya pilihan. Dengan ikhlas dan berbesar hati, serahkan harta benda yang memang jadi incaran pelaku. Uang, ponsel, gadget, masih bisa dicari gantinya. Tapi kalau nyawa? Naaah..

7. Berdoa

Saat berada di dalam sebuah situasi yang dirasa kurang aman dan insting temen ngeBLUR merasakan bahaya, tarik nafas dalam-dalam supaya merasa lebih tenang, lalu berdoa sambil terus waspada. Karena sebaik-baiknya perlindungan, adalah dari Yang Maha Kuasa.

Nah! Semoga dengan 7 tips di atas, temen ngeBLUR bisa lebih waspada terhadap keadaan sekitar ya! Ingat kata Bang Napi, kejahatan itu terkadang terjadi bukan karena niat dari pelakunya, tapi karena adanya kesempatan. Maka wasapadalah! Waspadalah!